Antara Saudi dan Iran
Penulis Haulasyiah
Berbicara tentang sebuah realita memang harus didasari ilmu. Bagaimana jadinya jika ternyata seseorang salah dalam berbicara tentang sebuah realita? Tentu kekonyolanlah yang akan ia dapatkan. Terlebih ketika realita tersebut memang sudah menjadi suatu yang umum diketahui semua kalangan.
Kiranya inilah yang sering menimpa sebagian saudara-saudara kita kaum muslimin, di mana mereka sering salah dalam menyikapi sebuah realita yang sebenarnya sudah jelas keadaannya, sebagaimana jelasnya rembulan purnama di malam yang cerah.
Di antaranya adalah ketika menyikapi daulah Saudi Arabiyah yang dipenuhi kebaikan. Padahal dengan sangat jelas kebaikannya dapat dirasakan semua kalangan, baik bagi mereka yang berada di negeri tersebut maupun yang berada di luar, tak terkecuali kaum muslimin yang berada di Indonesia. di antara kebaikannya untuk masyarakat Indonesia adalah:
Bantuan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh Darussalam dalam jumlah yang sangat besar.
Bantuan dana untuk pembangunan masjid di daerah Palu senilai 900 juta.
Dan masih banyak lagi yang tidak mungkin kami sebutkan satu per satu.
Demikian pula bantuannya untuk saudara-saudaranya yang tertimpa bencana di berbagai negeri di belahan dunia:
Untuk saudaranya yang tertimpa musibah di daerah Gaza dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan imbauan ini langsung dari Raja Abdullah.
Dan masih banyak lagi yang sekali lagi; tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam tulisan yang terbatas ini.
Untuk saudaranya yang tertimpa musibah di daerah Gaza dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan imbauan ini langsung dari Raja Abdullah.
Dan masih banyak lagi yang sekali lagi; tidak bisa kami sebutkan satu per satu dalam tulisan yang terbatas ini.
Berbeda halnya dengan Iran, sebuah negara yang sejak awal munculnya sudah memikul sejarah buram.
Iran atau yang juga disebut sebagai Persia adalah basis orang-orang majusi, para penyembah api.
Iran yang padanya terdapat sebuah daerah yang bernama Ashbahan adalah basis bagi orang-orang yahudi dan akan menjadi pengikut Dajjal. sebagaimana yang telah dijelaskan nabi kita di dalam haditsnya yang shahih. Yang lebih ‘mengagumkan’ ternyata Iran adalah salah satu negara yang banyak ‘mengoleksi’ bangsa Yahudi.
Iran adalah markas besar bangsa Syi’ah Rafidhah dengan ‘pimpinan’ nya: Ayat Syaithan Al-Khumaini.
Iran atau yang juga disebut sebagai Persia adalah basis orang-orang majusi, para penyembah api.
Iran yang padanya terdapat sebuah daerah yang bernama Ashbahan adalah basis bagi orang-orang yahudi dan akan menjadi pengikut Dajjal. sebagaimana yang telah dijelaskan nabi kita di dalam haditsnya yang shahih. Yang lebih ‘mengagumkan’ ternyata Iran adalah salah satu negara yang banyak ‘mengoleksi’ bangsa Yahudi.
Iran adalah markas besar bangsa Syi’ah Rafidhah dengan ‘pimpinan’ nya: Ayat Syaithan Al-Khumaini.
Semoga Allah melindungi kita semua dari fitnah Majusi, Yahudi, dan Syi’ah.
Raja Saudi Sumbang Gaza Satu Miliar Dolar
Kuwait City, (Analisa)
Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz hari Senin (19/1) mengumumkan sumbangan senilai satu miliar dolar AS bagi pembangunan kembali Gaza yang digempur oleh ofensif Israel selama beberapa pekan.
"Atas nama rakyat Saudi, saya umumkan sumbangan sebesar 1 miliar dolar bagi program pembangunan kembali Gaza," kata Raja Abdullah pada pembukaan konferensi tingkat tinggi Arab di Kuwait.
"Atas nama rakyat Saudi, saya umumkan sumbangan sebesar 1 miliar dolar bagi program pembangunan kembali Gaza," kata Raja Abdullah pada pembukaan konferensi tingkat tinggi Arab di Kuwait.
Para pemimpin Arab diperkirakan akan menyetujui penyediaan dana dua miliar dolar bagi rekonstruksi Gaza.
Qatar pekan lalu menyarankan pengumpulan dana bagi Gaza dan menyumbang 250 juta dolar.
Qatar pekan lalu menyarankan pengumpulan dana bagi Gaza dan menyumbang 250 juta dolar.
Sementara itu konvoi truk yang membawa bantuan kemanusiaan seberat 170 ton berisi pasokan obat-obatan, peralatan medis, pakaian anak-anak, selimut, sebuah generator untuk pengadaan listrik rumah sakit dan makanan berangkat dari Jeddah, Arab Saudi, menuju Gaza Minggu.
Organisasi Konferensi Islam (OKI) membentuk sebuah "jembatan darat", demikian sebuah pernyataan organisasi itu.
Konvoi itu diberangkatkan oleh Sekretaris Jenderal OKI Prof. Ekmeleddin Ihsanoglu, yang mengatakan bantuan tersebut disediakan untuk memenuhi kebutuhan dasar kemanusiaan bagi penduduk di Gaza.
Konvoi itu diberangkatkan oleh Sekretaris Jenderal OKI Prof. Ekmeleddin Ihsanoglu, yang mengatakan bantuan tersebut disediakan untuk memenuhi kebutuhan dasar kemanusiaan bagi penduduk di Gaza.
Menurut dia, OKI akan mengirim konvoi bantuan lagi yang mencerminakn solidaritas umat Islam dengan penduduk Gaza yang telah menderita berbagai bentuk kejahatan oleh Israel.
Ia menyerukan negara-negara anggota OKI, lembaga swadaya masyarakat dan kelompok masyarakat lain di dunia Muslim untuk memberikan sumbangan bagi usaha-usaha kemanusiaan OKI.
Ia menyerukan negara-negara anggota OKI, lembaga swadaya masyarakat dan kelompok masyarakat lain di dunia Muslim untuk memberikan sumbangan bagi usaha-usaha kemanusiaan OKI.
Jembatan kemanusiaan itu dilakukan bekerja sama dengan Masyarakat Bulan Sabit Merah Saudi dan dengan bantuan Raja Abdullah bin Abdul Aziz.(Ant/AFP/IINA)
Raja Saudi Galang Bantuan Gaza
Riyadh, (Analisa)
Penggalangan bantuan dana yang dilakukan Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi telah mencapai 171.261.643 riyal Saudi sampai Kamis, sebagai tambahan sumbangan dalam berbagai bentuk termasuk makanan awetan, pasokan perlatan medis, obat-obatan, baju, tenda-tenda, selimut, dan perhiasan.
Komisi Saudi untuk Bantuan Rakyat Palestina, Jumat (9/1), memuji respon yang besar dari pangeran, para pejabat, kalangan pengusaha serta rakyat Saudi dari semua umur, di samping kelompok-kelompok ekonomi dengan upaya-upaya yang dilakukannya, untuk menyatakan solidaritas mereka terhadap rakyat Gaza.
Komisi juga menambahkan, bahwa sumbangan-sumbangan tersebut terus mengalir ke pusat-pusat penggalangan bantuan dan markas-markas besar sebagai respon atas seruan Raja Abdullah bin Abdulaziz Al Saud, untuk membantu penderitaan rakyat Palestina atas serangan pasukan Israel.
Pemblokadean Gaza dan serangan-serangan udara serta darat yang dilakukan oleh negara Zionis itu telah menelan ratusan korban termasuk rakyat sipil dan menimbulkan krisis kemanusiaan yang luar biasa. (Ant/SPA/OANA)
No comments:
Post a Comment