Monday, March 9, 2009

Ciri-ciri Orang yang Ikhlas

"Amal perbuatan itu sebagai kerangka yang tegak, sedang ruh (jiwa) nya
adalah tempat terdapatnya rahasia ikhlas (ketulusan) dalam amal perbuatan"

Bab tentang ikhlas adalah bab yang mutlak dan paling penting untuk
dipahami dan diamalkan, karena amal yang akan diterima Allah SWT hanyalah
amal yang disertai dengan niat ikhlas.
"Tidaklah mereka diperintah kecuali agar berbuat ikhlas kepada Allah dalam
menjalankan agama".

Oleh karenanya, sehebat apapun suatu amal bila tidak ikhlas, tidak ada
apa-apanya dihadapan Allah SWT, sedang amal yang sederhana saja akan
menjadi luar biasa dihadapan Allah SWT bila disertai dengan ikhlas.
Tidaklah heran seandainya shalat yang kita kerjakan belum terasa khusyu,
atau hati selalu resah dan gelisah dan hidup tidak merasa nyaman dan
bahagia, karena kunci dari itu semua belum kita dapatkan, yaitu sebuah
keikhlasan.

Ciri-ciri dari orang yang memiliki keikhlasan diantaranya :

1. Hidupnya jarang sekali merasa kecewa,
Orang yang ikhlas dia tidak akan pernah berubah sikapnya seandainya disaat
dia berbuat sesuatu kebaikan ada yang memujinya, atau tidak ada yang
memuji/menilainya bahkan dicacipun hatinya tetap tenang, karena ia yakin
bahwa amalnya bukanlah untuk mendapatkan penilaian sesama yang selalu
berubah tetapi dia bulatkan seutuhnya hanya ingin mendapatkan penilaian
yang sempurna dari Allah SWT.

2.Tidak tergantung / berharap pada makhluk
Sayyidina 'Ali pun pernah berkata, orang yang ikhlas itu jangankan untuk
mendapatkan pujian, diberikan ucapan terima kasih pun dia sama sekali
tidak akan pernah mengharapkannya, karena setiap kita beramal hakikatnya
kita itu sedang berinteraksi dengan Allah, oleh karenanya harapan yang ada
akan senantiasa tertuju kepada keridhaan Allah semata.

3.Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil
Diriwayatkan bahwa Imam Ghazali pernah bermimpi, dan dalam mimpinya beliau
mendapatkan kabar bahwa amalan yang besar yang pernah beliau lakukan
diantaranya adalah disaat beliau melihat ada seekor lalat yang masuk
kedalam tempat tintanya, lalu beliau angkat lalat tersebut dengan
hati-hati lalu dibersihkannya dan sampai akhirnya lalat itupun bisa
kembali terbang dengan sehat. Maka sekecil apapun sebuah amal apabila kita
kerjakan dengan sempurna dan benar-benar tiada harapan yang muncul pada
selain Allah, maka akan menjadi amal yang sangat besar dihadapan Allah
SWT.

4. Banyak Amal Kebaikan Yang Rahasia
Mungkin ketika kita mengaji dilingkungan orang banyak maka kita akan
mengaji dengan enaknya, lama dan penuh khidmat, ketika kita shalat
berjamaah apalagi sebagai imam kita akan berusaha khusyu dan lama, tapi
apakah hal tersebut akan kita lakukan dengan kadar yang sama disaat kita
beramal sendirian ? apabila amal kita tetap sama bahkan cenderung lebih
baik, lebih lama, lebih enak dan lebih khusyuk maka itu bisa diharapkan
sebagai amalan yang ikhlas. Namun bila yang terjadi sebaliknya, ada
kemungkinan amal kita belumlah ikhlas.

5. Tidak membedakan antara bendera, golongan, ras, atau organisasi
Fitrah manusia adalah ingin mendapatkan pengakuan dan penilaian dari
keberadaannya dan segala aktivitasnya, namun pengakuan dan penilaian
makhluk, baik perorangan, organisasi atau instansi tempat kerja itu
relatif dan akan senantiasa berubah, banyak orang yang pernah dianggap
sebagai pahlawan namun seiring waktu berjalan adakalanya berubah menjadi
sosok penjahat yang patut diwaspadai. Maka tiada penilaian dan pengakuan
yang paling baik dan yang harus senantiasa kita usahakan adalah
penilaian dan pengakuan dari Allah SWT.

Begitu besar pengaruh orang yang ikhlas itu, sehingga dengan kekuatan niat
ikhlasnya mampu menembus ruang dan waktu. Seperti halnya apapun yang
dilakukan, diucapkan, dan diisyaratkan Rasulullah, mampu mempengaruhi kita
semua walau beliau telah wafat ribuan tahun yang lalu namun kita
senantiasa patuh dan taat terhadap apa yang beliau sampaikan.

Bahkan orang yang ikhlas bisa membuat iblis (syaitan) tidak bisa banyak
berbuat dalam usahanya untuk menggoda orang ikhlas tersebut. Ingatlah,
apapun masalah kita kita janganlah hati kita sampai pada masalah itu,
cukuplah hanya ikhtiar dan pikiran saja yang sampai pada masalah tersebut,
tapi hati hanya tertambat pada Allah SWt yang Maha Mengetahui akan masalah
yang kita hadapi tersebut.

Semoga Allah SWT membimbing kita pada jalan-Nya sehingga kita bisa menjadi
hamba-Nya yang ikhlas. Amiin.

PERANGKAP TIKUS

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja.
Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikur memperhatikan
dengan seksama sambil menggumam "hmmm...makanan apa lagi yang dibawa
mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus.
Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan
berteriak " Ada Perangkap Tikus di rumah....di rumah sekarang ada
perangkap tikus...."

Ia mendatangi ayam dan berteriak " ada perangkat tikus"

Sang Ayam berkata " Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak
berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.

Sang Kambing pun berkata " Aku turut ber simpati...tapi tidak ada yang
bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. " Maafkan aku. Tapi
perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sng ular berkata "
Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia
akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap
tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat
perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang
terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik
rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang
istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya kerumah sakit dan kemudian istrinya
sudah boleh pulang namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam.

Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. (kita semua tau,
sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam) Suaminya dengan
segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya.

Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda.. Seorang teman
menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya
untuk mengambil hatinya.

Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya m eni nggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani
harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari
kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SO...SUATU HARI..KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN
MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA...PIKIRKANLAH SEKALI LAGI

Meraih Kesuksesan dengan 7B

Harta, pangkat, dan jabatan yang sering kali dijadikan tolak ukur
kesuksesan, dalam praktiknya kerap menjerumuskan orang pada kesesatan.

Semoga Allah Yang Mahaagung mengaruniakan kepada kita kehati-hatian atas
kesuksesan. Sebab, orang yang diuji dengan kegagalan ternyata lebih mudah
berhasil dibandingkan mereka yang diuji dengan kesuksesan.

Banyak orang yang tahan menghadapi kesulitan, tapi sedikit orang yang
tidak tahan ketika menghadapi kemudahan. Ada orang yang bersabar ketika
tidak mempunyai harta, tapi banyak orang yang tidak bisa mengendalikan
diri saat dikaruniai harta yang melimpah. Ternyata, harta, pangkat, dan
jabatan yang sering kali dijadikan tolak ukur kesuksesan, dalam praktiknya
kerap menjerumuskan orang pada kesesatan.

Apa sebenarnya kesuksesan itu? Boleh jadi setiap orang memiliki pandangan
berbeda mengenai kesuksesan. Namun secara sederhana, sukses bisa dikatakan
sebagai keberhasilan akan tercapainya sesuatu yang telah ditargetkan.
Dalam pandangan Islam, kesuksesan tidak sekadar aspek dunia belaka, tapi
menyentuh pula aspek akhirat.

Kesuksesan, setidaknya mencakup lima hal. Pertama, kalau aktivitas yang
kita lakukan menjadi suatu amal. Apalah artinya kita banyak berbuat kalau
tidak bernilai amal. Kedua, bila nama kita semakin baik. Apalah artinya
kita mendapatkan uang, mendapatkan harta atau kedudukan kalau nama kita
coreng-moreng. Ketiga, kalau kita terus bertambah ilmu, pengalaman, dan
wawasan. Apalah artinya jika harta bertambah, tetapi ilmu dan pahala tidak
bertambah. Bila ini yang terjadi, kita hanya akan terjebak oleh harta yang
kita miliki.

Keempat, kita disebut sukses kalau kita dapat menjalin silaturahmi dengan
orang lain, sehingga bertambah saudara. Apalah artinya mendapatkan uang
dan kedudukan, tetapi musuh kita bertambah banyak. Dengan terjalin
silaturahmi, insya Allah akan semakin banyak orang yang mencintai kita.
Bila orang sudah cinta, maka ia akan mengerahkan ilmunya untuk menambah
ilmu kita, mencurahkan wawasannya untuk mengembangkan wawasan kita, serta
memberikan tenaga dan hartanya untuk melindungi kita.

Kelima, kita disebut sukses bila pekerjaan yang kita lakukan dapat
memberikan manfaat yang besar kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda,
"Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya". Semakin
banyak menjadi jalan kesuksesan bagi orang lain, maka semakin sukseslah
diri kita.

Pada hakikatnya kesuksesan itu milik setiap orang. Yang menjadi masalah,
tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan kesuksesan itu.
Setidaknya ada tujuh formula yang dapat kita lakukan untuk meraih
kesuksesan tersebut. Saya menyebutnya dengan 7B. Ketujuh teknik ini harus
ada semuanya, jika salah satu tidak ada, maka belum bisa dikatakan sebuah
kesuksesan.

B pertama, beribadah dengan benar. Ibadah adalah fondasi dari niat,
fondasi dari track yang akan kita buat. Siapapun yang ingin membangun
kesuksesan, ia harus memperbaiki ibadahnya. Perbaiki, terus perbaiki
ibadah. Siapa yang akan membimbing kita jika ibadah kita buruk? Siapa yang
akan melindungi kita dari ketergelinciran kalau ibadah kita tidak jalan?
Bukankah Allah SWT berjanji akan menolong orang-orang yang ibadahnya baik.
Intinya, ibadah adalah fondasi yang akan membuat kita agar senantiasa
terjaga dalam jalur yang tepat.

B kedua, berakhlak baik. Akhlak yang baik adalah bukti dari ibadah yang
benar. Apapun yang kita lakukan, kalau dilandasi akhlak yang buruk niscaya
akan berakhir dengan kehancuran. Apa yang dimaksud akhlak yang baik itu?
Merespons segala sesuatu dengan sikap yang terbaik.

B ketiga, belajar tiada henti. Karena itu, pertanyaan yang harus kita
ajukan adalah apakah kita menyukai belajar? Setiap hari masalah bertambah,
kebutuhan bertambah, dan situasi berubah. Bagaimana mungkin kita menyikapi
situasi yang terus berubah dengan ilmu yang tidak bertambah!

B keempat, bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas. Curahan keringat tak
selalu identik dengan kesuksesan. Berpikir cerdas adalah merupakan bagian
dari kerja keras. Pada prinsipnya, sebuah hasil yang maksimal akan diraih
bila kita mampu mengaktualisasikan ibadah, akhlak, dan ilmu kita dalam
pekerjaan yang berkualitas.

B kelima, bersahaja dalam hidup. Ini poin yang sangat penting. Banyak
orang bekerja keras dan mendapatkan apa yang dia inginkan, tetapi dia
tidak dapat mengendalikan dirinya. Bersahaja itu bukan miskin, bersahaja
adalah menggunakan sesuatu sesuai keperluan. Dengan bersahaja kita akan
memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dengan tidak diperbudak
keinginan.

B keenam, bantu sesama. Gemar membantu orang lain adalah tanda kesuksesan.
Kita harus gigih agar kelebihan yang kita miliki dapat menjadi nilai
tambah bagi sesama.

B ketujuh, bersihkan hati selalu. Bila hati kita berpenyakit, maka akan
tumbuh rasa ujub, ria, sum'ah, takabur, dan lainnya. Kondisi ini akan
membuat amal-amal kita tidak berarti; tidak indah lagi di dunia dan tidak
berkah lagi untuk akhirat. Allah SWT berfirman, Pada hari ketika harta dan
anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan
hati yang selamat (QS. Asy-Syu'ara: 88-89).

Andaikata formula ini kita lakukan dengan baik, Insya Allah akan berdampak
untuk kesuksesan diri, berdampak pada lingkungan, dan pada saat yang sama
berdampak pula pada kesuksesan kita di akhirat. Wallahu a'lam bishawab.

sebutir pasir

Para wartawan pernah dibuat terheran-heran oleh Sir Edmun Hillary ketika
mereka coba menyelidiki sesuatu yang paling ditakuti oleh penakluk pertama
Mount Everest itu. Dalam sebuah wawancara, hillary mengatakan bahwa ia
tidak pernah takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es
raksasa atau padang pasir yang luas dan gersang sekalipun!

"Lalu apa yang anda takuti?" buru seorang wartawan "sebutir pasir yang
terselip di sela-sela jari kaki" jawab Hillary singkat. "why?" "Sebutir
pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal
malapetaka.
Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari
kaki terkena infeksi lalu membusuk. Tanpa sadar kaki pun tidak bisa
digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus
ditandu." lanjut sang penjelajah mengobati rasa penasaran para wartawan.

Hillary tidak pernah takut pada harimau atau binatang buas lainnya karena
secara naluriah binatang buas sebenarnya takut menghadapi manusia. Sedang
untuk menghadapi jurang terjal, gunung es, atau padang pasir, seorang
penjelajah pasti sudah punya persiapan yang memadai.. Tetapi jika
menghadapai sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah
tak mempersiapkannya. Bahkan cenderung mengabaikannya.

Sebenarnya apa yang dikatakan oleh hillary tentang para penjelajah itu
tidak jauh berbeda dengan kita yang sering mengabaikan dosa kecil. Coba
saja kita renungkan, berdusta, berburuk sangka, ghibah atau perbuatan
tercela lainnya sering kali kita anggap sepele hingga tanpa sadar kita
menjadi "~keterusan" melakukan dosa-dosa kecil itu yang lambat laun
akhirnya penjadi kebiasaan. Dosa kecil itupun akan menjadi dosa besar yang
pada akhirnya akan merugikan diri pribadi dan lingkungan.

Oleh karena itulah, Nabi Muhammad SAW sangat meanti-wanti kita untuk tidak
mengabaikan dosa-dosa kecil seraya melarang kita melupakan amal kebaikan
walaupun itu juga kecil. Sesungguhnya tidak ada dosa kecil jika dilakukan
terus-menerus dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan taubat nasuha.

DIDIKAN GURU TERHADAP MURIDNYA

Pada suatu zaman ada seorang murid yang ta'at kepada gurunya,
setelah ia belajar lama ia pun kembali ke kampung asalnya,
tahun demi tahun ia lalui yang akhirnya beliau menjadi seorang
yang alim yang terkenal di kampung itu dan di juluki "Syekh
Maulana Kendi". Kenapa beliau di juluki Maulana Kendi?, karena
beliau tidak lepas dengan kendi tersebut untuk mengambil air
wudhu dan untuk beliau minum airnya, keta'atan ibadahnya
sehingga beliau tidak memiliki harta apapaun, kecuali gubuk
kecil yang beliau tempati bersama seorang muridnya yang beliau
sayangi. Keta'atan dan ketaqwaannya menjadikan contoh untuk
muridnya yang selalu mendampinginya sehingga muridnya pun
menjunjung tinggi ahlak dan kebesaran ilmunya.
Pada suatu saat Syekh Kendi menceritakan tentang gurunya yang berada di
negeri seberang dan akhirnya menyuruh muridnya untuk menemuinya, keesokan
harinya sang murid berangkat kenegeri seberang dan sampailah didepan
gerbang guru besar Syekh Kendi, maka murid Syekh Kendi bertanya : "Apakah
ini rumah guru besar Syekh Kendi?", rumah yang bagaikan istana yang luas,
penjaga yang begitu banyak membuat keraguan murid Syekh Kendi, seraya
dihati berkata : "Guruku Syekh Kendi miskin tak punya apa-apa sedangkan
guru besarnya seperti ini". Bertambah keanehannya di kala melihat didalam
istananya bangku-bangku emas dan mahkota emas dan begitu gemerlapan emas
yang ada di dalam rumahnya.
Dan akhirnya berjumpalah murid Syekh Kendi dengan guru besarnya yang
bernama Syekh Sulaiman (Guru dari Syekh Kendi), tiba-tiba beliau berkata :
"Apakah engkau murid Syekh Kendi murid dari pada kesayanganku?" benar
wahai guru besar (Guru Sulaiman), beri kabar kepada muridku agar dia lebih
zuhud lagi didunia dan salamkan ini kepadanya, kebingungan bertambah,
guruku yang miskin di suruh tambah miskin lagi menurut kata hatinya, dan
pertanyaan ini membuat bingung dan akhirnya keesokan harinya dia pulang
menuju rumah Syekh Kendi gurunya dan membawa pertanyaan yang
membingungkan, setibanya dia dirumah Syekh Kendi dengan gembira Syekh
Kendi menyambut kedatangannya seraya bertanya : "Apa kabar yang kau bawa
dari guruku tercinta?" muridnya menceritakan : "Wahai guruku aku diberi
kabar agar engkau lebih zuhud lagi hidup didunia.", tiba-tiba Syekh Kendi
menangis, menangis dan menangis lalu mengambil kendinya dan memecahkannya
seraya berkata : "Benar guruku, benar guruku".
Ketahuilah wahai muridku kemewahan dan keindahan Syekh Sulaiman guruku tak
sedikitpun masuk kedalam hatinya, sedangkan aku selalu mencari-cari
kendiku dan aku takut kehilangannya, ini yang menyebabkan aku kurang zuhud
kepada Allah SWT, karena masih ada dihatiku dunia.

Renungan

Suatu ketika seorang Habaib dari Hadramaut ingin menunaikan ibadah haji
dan berziaroh ke kakeknya Rasulullah SAW. Beliau berangkat dengan diiringi
rombongan yang melepas kepergiannya. Seorang Sulton di Hadramaut, kerabat
Habib tersebut, menitipkan Al Qur'an buatan tangan yang terkenal
keindahannya di jazirah arab pada saat itu untuk disampaikan kepada raja
Saudi.


Sesampai di Saudi, Habib tersebut disambut hangat karena statusnya sebagai
tamu negara. Setelah berhaji, beliau ziarah ke makam Rasulullah. Karena
tak kuasa menahan kerinduannya kepada Rasulullah, beliau memeluk turbah
Rasulullah. Beberapa pejabat negara yang melihat hal tersebut mengingkari
hal tersebut dan berusaha mencegahnya sambil berkata, "Ini bid'ah dan
dapat membawa kita kepada syirik." Dengan penuh adab, Habib tersebut
menurut dan tak membantah satu kata pun.


Beberapa hari kemudian, Habib tersebut diundang ke jamuan makan malam raja
Saudi. Pada kesempatan itu beliau menyerahkan titipan hadiah Al Quran dari
Sulton Hadramaut. Saking girang dan dipenuhi rasa bangga, Raja Saudi
mencium Al Qur'an tersebut!
Berkatalah sang Habib, "Jangan kau cium Qur'an tersebut... Itu dapat
membawa kita kepada syirik!" Sang raja menjawab, "Bukanlah Al Qur'an ini
yang kucium, akan tetapi aku menciumnya karena ini adalah KALAMULLAH!"
Habib berkata, "Begitu pula aku, ketika aku mencium turbah Rasulullah,
sesungguhnya Rasululullah-lah yang kucium! Sebagaimana seorang sahabat
(Ukasyah) ketika menciumi punggung Rasulullah, tak lain adalah karena rasa
cinta beliau kepada Rasulullah. Apakah itu syirik?!" Tercengang sang raja
tak mampu menjawab. Kemudian Habib tersebut membaca suatu syiir yang
berbunyi,


Marortu 'alad diyaari diyaaro lailah
Uqobbilu dzal jidaari wa dzal jidaaro
Fa ma hubbud diyaar, syaghofna qolbi
Wa lakin hubbu man sakanad diyaro

Kulalui depan rumah laila (sang kekasih)
Kuciumi dinding2 rumahnya
Tidaklah kulakukan itu karena cintaku kepada rumahnya,
Namun karena cintaku kepada si penghuni rumah

menit-menit yang sangat berharga untuk menghadap dan memohon kepada Allah

Tempat mengadu, meminta, dan kembali segala urusan bagi orang beriman
hanyalah Allah, Rasulullah memberitahukan menit-menit yang sangat berharga
untuk menghadap dan memohon kepada Allah


1. Waktu sepertiga malam terakhir saat orang lain terlelap dalam tidurnya,
Allah SWT berfirman:

"....Mereka para muttaqin sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di
akhir malam, mereka memohon ampun kepada Allah." (QS Adz Dzariyat: 18-19).

Rasulullah SAW bersabda: "Rabb (Tuhan) kita turun disetiap malam ke langit
yang terendah, yaitu saat sepertiga malam terakhir, maka Dia berfirman:
Siapa yang berdoa kepadaKu maka Aku kabulkan, siapa yang meminta kepadaKu
maka Aku berikan kepadanya, dan siapa yang meminta ampun kepadaKu maka Aku
ampunkan untuknya." (HR Al Bukhari)

Dari Amr bin Ibnu Abasah mendengar Nabi SAW bersabda: "tempat yang paling
mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya adala saat ia dalam sujudnya dan
jika ia bangun melaksanakan sholat pada sepertiga malam yang akhir. Karena
itu, jika kamu mampu menjadi orang yang berzikir kepada Allah pada saat
itu maka jadilah." (HR At Tirmidzi dan Ahmad)


2. Waktu antara adzan dan iqamah, saat menunggu shalat berjamaah

Rasulullah SAW bersabda: "Doa itu tidak ditolak antara adzan dan iqamah,
maka berdoalah!" (HR Ahmad dan Ibnu Hibban)

Hadits Abdullah bin Amr Ibnul Ash ra, bahwa ada seorang laki-laki berkata:
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya para muadzin itu telah mengungguli kita,"
maka Rasulullah SAW bersabda: "Ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh
para muadzan itu dan jika kamu selesai (menjawab), maka memohonlah, kamu
pasti diberi". (HR Abu Dawud dan Ibnu Hibban)


3. Pada waktu sujud, yaitu sujud dalam shlat atau sujud-sujud lain ang
diajarkan Islam. (seperti sujud syukur, sujud tilawah dan sujud sahwi)

"Kedudukan hamba yang paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika ia dalam
keadaan sujud, maka perbanyaklah doa." (HR Muslim)
Dan dalam hadits Ibnu Abbas ra, ia berkata: "Rasulullah SAW membuka tabir
(ketika beliau sakit), sementara orang-orang sedang berbaris (sholat )
dibelakang Abu Bakar ra, maka Rasulullah SAW bersabda; ""Wahai sekalian
manusia, sesungguhnya tidak tersisa dari mubasysyirat nubuwwah (kabar
gembira lewat kenabian) kecuali mimpi baik yang dilihat oleh seorang
muslim atau diperlihatkan untuknya. Ingatlah bahwasanya aku dilarang untuk
membaca Al Qur'an ketika ruku' atau ketika sujud. Adapun didalam ruku',
maka agungkanlah Allah dan adapun di salam sujud, maka bersungguh-sunguhla
h berdoa, sebab (hal itu) pantas dimaqbulkan bagi kamu semua." (HR Muslim)


4. Setelah sholat fardhu. Yaitu setelah melaksanakan sholat-sholat wajib
yang lima waktu, termasuk sehabis sholat Jumat

Allah berfirman: "dan bertasbihlah kamu kepadaNya di malam hari dan
selesai sholat" (QS Qaaf: 40)
"Rasulullah SAW ditanya tentang kapan doa yang paling didengar (oleh
Allah), maka beliau bersabda: "Tengah malam terakhir dan setelah
sholat-sholat yang diwajibkan." (HR At Tirmidzi)


5. Waktu-waktu khusus, tetapi tidak diketahui dengan pasti batasan-batasannya

"Sesungguhnya di malam hari ada satu saat (yang mustajab), tidak ada
seorang muslim pun yang bertepatan pada waktu itu meminta kepada Allah
kebaikan urusan dunia dan akhirat melainkan Allah pasti memberi
kepadanya." (HR Muslim)

Dalam kitab Al JAwabul Kafi dijelaskan: "...JIka doa itu disertai dengan
hadirnya kalbu dan dalam penuh khusyu' terhadap apa yang diminta dan
bertepatan dengan salah satu dari waktu-waku yang ijabah yang enam itu
yaitu: (1). sepertiga akhir dari wakt malam, (2). ketika adzan, (3). waktu
antara adzan dan iqamah, (4). setelah sholat-sholat fardhu, (5) ketika
imam naik ke atas mimbar pada hari Jumat sampai selesainya sholat Jumat
pada hari itu, (6). waktu terakhir setelah Ashar".

Sumber : Arsip Millist DT

kisah anak dan paku

Alkisah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung
penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan
setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham
dengan orang lain. Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.

Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah
paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa
lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.Akhirnya tiba hari
ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira
disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya
mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan
diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dai bisa menyampaikan kepada
ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa
anaknya ke pagar dan berkata :Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba
lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali
seperti semula.Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang
lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.


Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali,
tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta
maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti
luka fisik.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Pergi, dan jangan banting pintunya terlalu keras, mungkin suatu saat nanti
kamu akan mengetuknya lagi


Dalam hidup ini ada begitu banyak pintu kebahagiaan yang terbuka untuk
kita, tetapi kadang kita terpaku pada sebuah pintu yang tertutup, berharap
suatu saat pintu itu akan terbuka.

Sebuah Renungan

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika.


Rabu, 02 Februari 2009


Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di
Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh
Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya.


Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di
Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka
semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk
Islam.


Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di
Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung
tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula
ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun
memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah
satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta
masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas
kembali duduk.


Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin
dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari
sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut
mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming
dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar
dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak
keluar.


Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu
bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang
terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang
pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan
beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan
sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan
debat tersebut.


Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan
anda harus menjawabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata,
"Silahkan!"


Sang pendeta-pun mulai bertanya,

1. Sebutkan satu yang tiada duanya,

2. dua yang tiada tiganya,

3. tiga yang tiada empatnya,

4. empat yang tiada limanya,

5. lima yang tiada enamnya,

6. enam yang tiada tujuhnya,

7. tujuh yang tiada delapannya,

8. delapan yang tiada sembilannya,

9. sembilan yang tiada sepuluhnya,

10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,

11. sebelas yang tiada dua belasnya,

12. dua belas yang tiada tiga belasnya,

13. tiga belas yang tiada empat belasnya.

14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!

15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?

16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?

17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?

18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!

19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan
siapakah yang terpelihara dari api?

20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan
siapakah yang terpelihara dari batu

21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!

22.Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30
daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah
sinaran matahari?" Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum
dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.



Setelah membaca basmalah ia berkata,

1.Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman:
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran
kami)." (Al-Isra': 12).

3.Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa
ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan
ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al Qur'an.

5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT
menciptakan makhluk.

7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah
SWT berfirman: "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah
sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).

8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy
ar-Rahman. Allah SWT berfirman: "Dan malaikat-malaikat berada di
penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat
menjunjung 'Arsy Rabb-mu di atas kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

9.Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan
kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim
paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan

10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT
berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali
lipat." (Al-An'am: 160).

11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudaraYusuf

12.Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang
terdapat dalam firman Allah: "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air
untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.'
Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).

13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf
ditambah dengan ayah dan ibunya.

14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu
Shubuh. Allah SWT berfirman: "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai
menyingsing." (At-Takwir: 18).

15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara
Yusuf, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami,
sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat
barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan
terungkap, Yusuf berkata kepada mereka," tak ada
cercaaan terhadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan
memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang."

17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara
keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah
suara keledai." (Luqman: 19).

18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam,
malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

19.Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api
ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah
SWT berfirman: "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al Anbiya')

20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab
dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah
Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

21.Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu
daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT: "Sesungguhnya tipu daya kaum
wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30
daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah
sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun
adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di
malam hari dan dua di siang hari.



Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawaban pemuda muslim
tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia
mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu
pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.


Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"


Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya
diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha
menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.


Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.


Mereka berkata: Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan
semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda
tidak mampu menjawabnya!



Pendeta tersebut berkata, Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan
tersebut, namun aku takut kalian marah.

"Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda".


Sang pendeta pun berkata, jawabannya ialah:



Asyhadu an La Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah



Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama
Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka
dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.



* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)

** Kisah nyata ini di ambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah melalui
internet, www.gesah.net>

Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui bahwa
Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan akan
menjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akherat. Apa yang
menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan cenderung
mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya.


Semoga Allah SWT memberikan Hidayah kepada mereka yang mau berpikir.. Amien



Jangan putuskan e mail ini... please forward Sebarkan e-mail ini ke
saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat


"Sebarkanlah walau hanya 1 ayat"

ketika Imam Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya.

Suatu hari, Imam Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya.

Ia bertanya : "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"

Mereka menjawab:"Orang tua, guru, kawan, dan sahabat."

Ia menjawab: "Benar, tapi yang paling dekat dengan kita adalah mati. Sebab
setiap yang bernyawa pasti akan mati."

Lalu ia meneruskan:"Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?"

Mereka menjawab:"Negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang."

Ia menjawab: "Benar, tapi yang paling jauh adalah masa lalu. Dengan cara
apapun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu, kita harus
menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang
sesuai dengan ajaran agama."

Kembali Imam Ghazali bertanya:"Apa yang paling besar di dunia ini?"

Mereka menjawab:"Gunung, bumi dan matahari."

Ia menjawab: "Semua benar, tapi yang paling besar adalah nafsu. Kita harus
berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke
neraka."

Selanjutnya: "Apa yang paling berat di dunia ini?"

Ada yang menjawab:"Besi dan gajah."

Ia menjawab: "Semua jawaban benar, tapi yang paling berat adalah memegang
amanah."

Pertanyaan kelima: "Apa yang paling ringan di dunia ini?"

Ada yang menjawab: kapas, angin, debu dan daun-daunan."

Ia menjawab: "Semua benar, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah
meninggalkan sholat. Gara-gara pekerjaan, kita meninggalkan sholat."

Dan terakhir: "Apakah yang paling tajam di dunia ini?"

Mereka menjawab serentak: "Pedang."

Ia menjawab: "Benar, tapi yang paling tajam adalah lidah manusia. Karena
lidah, manusia selalu bisa menyakiti hati dan melukai perasaan saudara
sendiri."

Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi
mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI
dengan
bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang
seribu dan
seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik.
Namun
tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu
bertemu
kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda. Uang seratus
ribu berkata
pada uang seribu :"Ya, ampiiiuunnnn. .......... darimana saja kamu,
kawan? Baru
tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor,
lecet dan......
bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama
keren
kan ..... Ada dapa denganmu?"
Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan
nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata :
"Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya
tiga
hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya
sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang
sayur,
saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh
dengan
darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang
pengamen,
dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci
tukang warteg
saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk, dari sana saya hijrah ke
'baluang' (pren : tau kan baluang...?) Inang-inang. Begitulah
perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh,
karena
sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ......"

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.:
"Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan
pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku
disimpan
di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet
seorang wanita cantik. Hmmm... dompetnya harum sekali. Setelah dari
sana , aku lalu
berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk
ke
restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu
pejabat,
dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang
bagus. Jarang deh
aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan...... aku jarang lho ketemu
sama
teman-temanmu. "

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya :
"Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang
nyaman.
Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada
kamu!" "Apa itu?" uang seratus ribu penasaran.
"Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau
di
tempat-tempat ibadah lain.
Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget
tuh aku
melihat kamu disana....."

2 Mata 2 Telinga 1 Mulut

Kita lahir dengan 2 mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh
selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu kedepan, pandanglah
masa depan kita.

Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita
bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan
pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.

Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak
peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu
orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa
yang kita pikirkan dalam otak kita jauh lebih berharga dari pada emas dan
perhiasan.

Kita lahir dengan 2 mata, 2 telinga tapi kita Cuma diberi 1 buah mulut.
Itu Artinya Kita harusnya lebih mendengar, melihat 2 x lebih banyak
daripada berbicara. Berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan. Karena
ucapan yang menyakitkan sangat sulit ditarik kembali. Sehingga ingatlah
bicara yang perlu tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.

Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan
kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati
kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita
dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita
seperti kita mencintai dia.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang
jauh lebih indah.

Busyrol Karim, Alumni Al Inaroh