Monday, March 9, 2009

DIDIKAN GURU TERHADAP MURIDNYA

Pada suatu zaman ada seorang murid yang ta'at kepada gurunya,
setelah ia belajar lama ia pun kembali ke kampung asalnya,
tahun demi tahun ia lalui yang akhirnya beliau menjadi seorang
yang alim yang terkenal di kampung itu dan di juluki "Syekh
Maulana Kendi". Kenapa beliau di juluki Maulana Kendi?, karena
beliau tidak lepas dengan kendi tersebut untuk mengambil air
wudhu dan untuk beliau minum airnya, keta'atan ibadahnya
sehingga beliau tidak memiliki harta apapaun, kecuali gubuk
kecil yang beliau tempati bersama seorang muridnya yang beliau
sayangi. Keta'atan dan ketaqwaannya menjadikan contoh untuk
muridnya yang selalu mendampinginya sehingga muridnya pun
menjunjung tinggi ahlak dan kebesaran ilmunya.
Pada suatu saat Syekh Kendi menceritakan tentang gurunya yang berada di
negeri seberang dan akhirnya menyuruh muridnya untuk menemuinya, keesokan
harinya sang murid berangkat kenegeri seberang dan sampailah didepan
gerbang guru besar Syekh Kendi, maka murid Syekh Kendi bertanya : "Apakah
ini rumah guru besar Syekh Kendi?", rumah yang bagaikan istana yang luas,
penjaga yang begitu banyak membuat keraguan murid Syekh Kendi, seraya
dihati berkata : "Guruku Syekh Kendi miskin tak punya apa-apa sedangkan
guru besarnya seperti ini". Bertambah keanehannya di kala melihat didalam
istananya bangku-bangku emas dan mahkota emas dan begitu gemerlapan emas
yang ada di dalam rumahnya.
Dan akhirnya berjumpalah murid Syekh Kendi dengan guru besarnya yang
bernama Syekh Sulaiman (Guru dari Syekh Kendi), tiba-tiba beliau berkata :
"Apakah engkau murid Syekh Kendi murid dari pada kesayanganku?" benar
wahai guru besar (Guru Sulaiman), beri kabar kepada muridku agar dia lebih
zuhud lagi didunia dan salamkan ini kepadanya, kebingungan bertambah,
guruku yang miskin di suruh tambah miskin lagi menurut kata hatinya, dan
pertanyaan ini membuat bingung dan akhirnya keesokan harinya dia pulang
menuju rumah Syekh Kendi gurunya dan membawa pertanyaan yang
membingungkan, setibanya dia dirumah Syekh Kendi dengan gembira Syekh
Kendi menyambut kedatangannya seraya bertanya : "Apa kabar yang kau bawa
dari guruku tercinta?" muridnya menceritakan : "Wahai guruku aku diberi
kabar agar engkau lebih zuhud lagi hidup didunia.", tiba-tiba Syekh Kendi
menangis, menangis dan menangis lalu mengambil kendinya dan memecahkannya
seraya berkata : "Benar guruku, benar guruku".
Ketahuilah wahai muridku kemewahan dan keindahan Syekh Sulaiman guruku tak
sedikitpun masuk kedalam hatinya, sedangkan aku selalu mencari-cari
kendiku dan aku takut kehilangannya, ini yang menyebabkan aku kurang zuhud
kepada Allah SWT, karena masih ada dihatiku dunia.

No comments: