Monday, March 9, 2009

sebutir pasir

Para wartawan pernah dibuat terheran-heran oleh Sir Edmun Hillary ketika
mereka coba menyelidiki sesuatu yang paling ditakuti oleh penakluk pertama
Mount Everest itu. Dalam sebuah wawancara, hillary mengatakan bahwa ia
tidak pernah takut pada binatang buas, jurang yang curam, bongkahan es
raksasa atau padang pasir yang luas dan gersang sekalipun!

"Lalu apa yang anda takuti?" buru seorang wartawan "sebutir pasir yang
terselip di sela-sela jari kaki" jawab Hillary singkat. "why?" "Sebutir
pasir yang masuk di sela-sela jari kaki sering sekali menjadi awal
malapetaka.
Ia bisa masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama jari
kaki terkena infeksi lalu membusuk. Tanpa sadar kaki pun tidak bisa
digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang penjelajah sebab dia harus
ditandu." lanjut sang penjelajah mengobati rasa penasaran para wartawan.

Hillary tidak pernah takut pada harimau atau binatang buas lainnya karena
secara naluriah binatang buas sebenarnya takut menghadapi manusia. Sedang
untuk menghadapi jurang terjal, gunung es, atau padang pasir, seorang
penjelajah pasti sudah punya persiapan yang memadai.. Tetapi jika
menghadapai sebutir pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah
tak mempersiapkannya. Bahkan cenderung mengabaikannya.

Sebenarnya apa yang dikatakan oleh hillary tentang para penjelajah itu
tidak jauh berbeda dengan kita yang sering mengabaikan dosa kecil. Coba
saja kita renungkan, berdusta, berburuk sangka, ghibah atau perbuatan
tercela lainnya sering kali kita anggap sepele hingga tanpa sadar kita
menjadi "~keterusan" melakukan dosa-dosa kecil itu yang lambat laun
akhirnya penjadi kebiasaan. Dosa kecil itupun akan menjadi dosa besar yang
pada akhirnya akan merugikan diri pribadi dan lingkungan.

Oleh karena itulah, Nabi Muhammad SAW sangat meanti-wanti kita untuk tidak
mengabaikan dosa-dosa kecil seraya melarang kita melupakan amal kebaikan
walaupun itu juga kecil. Sesungguhnya tidak ada dosa kecil jika dilakukan
terus-menerus dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan taubat nasuha.

No comments: